Static Sins

If anyone, then, knows the good they ought to do and doesn’t do it, it is sin for them. James 4:17

Dalam bukunya yang berjudul When A Nation Forgets God, DR.  Erwin Lutzer menceritakan pada jaman Nazi Jerman,  kereta api berjalan diatas rel di belakang gereja. Seorang saksi mata  mengingat kembali :

Kami mendengar cerita tentang apa yang terjadi pada orang-orang Yahudi, tapi kami mencoba untuk menjauhkan diri dari hal itu, karena kami merasa, apa yang bisa orang lakukan untuk menghentikannya?

Setiap hari Minggu pagi, kami akan mendengar peluit kereta meniup di kejauhan, maka kereta datang di atas rel. Kami menjadi terganggu ketika kami mendengar tangisan yang datang dari kereta seperti itu lewat. Kami menyadari bahwa kereta itu membawa orang-orang Yahudi seperti hewan dalam gerbong!

Minggu demi minggu peluit akan bertiup. Kami takut untuk mendengar suara roda kereta,  karena kami tahu bahwa kami akan mendengar teriakan dari perjalanan orang-orang Yahudi ke kamp kematian. Jeritan mereka menyiksa kami. 

Kami tahu saat kereta datang dan ketika kami mendengar  peluit berbunyi kami mulai menyanyikan himne. Pada saat kereta datang melewati gereja kami, kami bernyanyi sekuat tenaga. Jika kita mendengar jeritan, kami bernyanyi lebih keras dan segera kami tidak mendengar mereka lagi.

tahun berlalu dan tidak ada yang membicarakannya sekarang, namun saya masih mendengar suara peluit berbunyi di tidur saya.

Ketika kita tahu melakukan sesuatu yang baik, tapi kita malah berpangku tangan, diam, memalingkan wajah, merasa bukan urusan kita, takut karena mungkin akan mengusik zona nyaman kita, berfikir biar orang lain saja yang akan melakukannya, kita telah berbuat dosa. jika kita melihat, mendengar, mengetahui kebutuhan akan kebaikan, namun kita cuek dan tidak perduli, kita telah melakukan dosa. let’s doing goods, whatever it takes.

Hak cipta 2012 oleh S.S.Putra


Bacaan Alkitab 1 tahun:
Yehezkiel 40:28-41:26
Yakobus 4:1-17
Mazmur 118:19-29
Amsal 28:3-5

Advertisements

About sarapanhati

saya adalah seorang pria, anak, kakak, suami, abba for new born baby Xavier, part time traveler, part time writer. sangat cinta Tuhan, keluarga, cinta Jakarta dan Indonesia. love to read & laugh. ini adalah perenungan saya sehari-hari, smoga dapat menginspirasi kita semua, untuk Indonesia yang lebih baik.
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s